Tingginya laju erosi pada daerah aliran sungai (DAS) menyebabkan sedimentasi pada alur sungai yang dapat mempengaruhi arah aliran, sehingga alur sungai dapat berpindah. Salah satu sungai yang mengalami sedimentasi adalah sungai Batang Tampunik di kabupaten Padang Pariaman. Dari beberapa kejadian curah hujan tinggi, sungai ini mengalami banjir yang menyebabkan genangan pada lahan pertanian dan sebagian permukiman. Tujuan penelitian adalah untuk memperkirakan elevasi pernukaan air pada sungai Batang Tampunik dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS untuk debit banjir rencana kala ulang (return period) 50 tahun. Dari hasil analisis data curah hujan untuk tiga stasiun penakar hujan, yaitu Kasang, Paraman Talang, dan Lubuk Napar dengan menggunakan metoda HSS-SCS untuk luas DAS 96,78 km2 diperoleh debit banjir rencana kala ulang 50 tahun sebesar 220 m3/s. Selanjutnya hasil simulasi HEC-RAS dengan kondisi aliran tetap (steady flow) pada 67 penampang melintang (cross section) sepanjang 3,526 km, menunjukkan limpasan terjadi hampir disepanjang ruas sungai yang ditinjau dengan ketinggian antara 1,0 m sampai dengan 2,9 m diatas tanggul eksisting. Disamping itu hasil simulasi menunjukkan tingkat kesesuaian yang dapat diterima, dimana riwayat banjir lapangan setinggi ±2,0 meter di STA P-139 dan ±2,50 meter di STA P-138 berhasil terprediksi oleh model dengan elevasi tinggi luapan yang terjadi masing-masing 1,55 meter dan 2,07 meter. Jadi dari hasil simulasi ternyata kapasitas sungai eksisting jauh lebih kecil dari debit banjir kala ulang 50 tahun. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk melakukan pekerjaan normalisasi pada ruas sungai ini.