Fenomena mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi sambil bekerja semakin umum terjadi dalam konteks pendidikan tinggi, termasuk di Kota Makassar. Peran ganda yang diemban mahasiswa membutuhkan tingkat adaptabilitas yang tinggi dalam mengelola tuntutan akademik dan pekerjaan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dinamika strategi koping yang dikembangkan mahasiswa dalam mengelola peran ganda tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir yang kuliah sambil bekerja, dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan open coding dan axial coding, dan validitas data dipastikan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memotivasi subjek untuk bekerja meliputi kebutuhan finansial, dukungan keluarga, dan keinginan untuk pengembangan diri. Dalam menjalankan peran ganda, subjek menghadapi konflik peran, kelelahan fisik dan mental, serta peningkatan tekanan akademik selama fase penyelesaian tesis. Strategi koping yang digunakan meliputi koping yang berfokus pada masalah, seperti prioritas dan manajemen waktu; koping yang berfokus pada emosi, seperti relaksasi dan berbagi pengalaman; serta dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar. Meskipun menghadapi berbagai tekanan, subjek mampu mempertahankan prestasi akademik yang baik dan terus bekerja, mencerminkan proses adaptasi dan ketahanan yang dinamis. Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan mahasiswa yang bekerja tidak hanya ditentukan oleh faktor internal tetapi juga oleh kualitas dukungan sosial dan fleksibilitas lingkungan akademik.