Makalah ini mengkaji konsep dan tahapan membangun Sistem Informasi Manajemen (SIM) di perguruan tinggi. Permasalahan fragmentasi data, keterlambatan informasi, dan rendahnya efisiensi layanan akademik mendorong urgensi integrasi sistem informasi berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah bereputasi yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan SIM Pendidikan Tinggi memerlukan lima tahapan sistematis dan berkesinambungan: analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, implementasi, serta evaluasi dan pemeliharaan. SIM yang efektif mengintegrasikan minimal delapan modul fungsional—akademik (KRS/KHS), jadwal kuliah digital, sistem informasi keuangan, platform e-learning, kepegawaian, penelitian, kemahasiswaan, dan dashboard Business Intelligence eksekutif—dalam satu platform terpadu. Manfaat strategis utama mencakup efisiensi operasional melalui otomasi, peningkatan pengambilan keputusan manajerial berbasis dashboard real-time, dan penguatan daya saing institusi melalui perencanaan strategis berbasis data. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan SDM, infrastruktur teknologi, ancaman keamanan siber, keterbatasan anggaran, dan resistensi terhadap perubahan. Adopsi cloud SaaS, program manajemen perubahan terstruktur, dan keterlibatan tim lintas fungsi direkomendasikan sebagai strategi mitigasi utama. SIM merupakan solusi strategis yang tidak dapat ditunda bagi perguruan tinggi dalam mewujudkan good university governance selaras dengan nilai-nilai keislaman di era transformasi digital.