Darmawati
STAI Ibnu Sina Batam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fragmentasi Ilmu dan Rekonstruksi Integrasi Keilmuan Islam dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital Darmawati; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1191

Abstract

Fragmentasi ilmu merupakan problem epistemologis yang menghantui pendidikan Islam kontemporer, termasuk dalam ranah pendidikan anak usia dini (PAUD) yang menghadapi tekanan ganda dari dikotomi ilmu dan disrupsi digital. Artikel ini menganalisis fragmentasi ilmu dan rekonstruksi integrasi keilmuan Islam dalam PAUD di era digital melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka analisis lima dimensi, yakni ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-strategis, dan teleologis-transformatif. Melalui proses empat fase transformasi, yaitu identifikasi fragmentasi, rekonstruksi epistemologi, integrasi kurikulum PAUD, dan resiliensi pedagogis, penelitian ini memetakan trajektori reintegrasi keilmuan Islam dalam konteks pendidikan anak usia dini. Studi kasus terhadap TK Islam Terpadu Al-Azhar Jakarta, RA Nurul Islam Malang, dan KB Islam Raudhatul Jannah Cianjur mengungkap model integrasi yang beragam namun saling melengkapi. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama, meliputi reduksi nilai Islam dalam kurikulum digital, disorientasi epistemologis, marginalisasi pedagogi Islam klasik, dan ketergantungan teknologis, yang mengancam keberlangsungan integrasi tersebut. Temuan menunjukkan bahwa rekonstruksi integrasi keilmuan Islam dalam PAUD memerlukan sinergi antara reorientasi epistemologis yang koheren dan strategi pedagogis yang kontekstual, di mana fragmentasi ilmu bukan direspons sebagai kelumpuhan melainkan sebagai titik tolak pembaruan keilmuan Islam yang tetap berpegang pada prinsip tauhid sebagai landasan integrasi
Post Modern Educational Management: Dekonstruksi Sistem Pendidikan Konvensional menuju Institusi Adaptif Darmawati; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1193

Abstract

Sistem pendidikan konvensional yang bersifat hirarkis, birokratis, dan terstandarisasi menghadapi krisis relevansi di era postmodern yang ditandai oleh pluralitas, fluiditas, dan ketidakpastian. Artikel ini menganalisis dekonstruksi sistem pendidikan konvensional menuju institusi adaptif melalui perspektif post modern educational management dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan kerangka analisis lima dimensi, yakni ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-strategis, dan teleologis-transformatif. Melalui proses empat fase transformasi, yaitu dekonstruksi konvensional, rekonstruksi epistemologi manajerial, adaptasi institusional, dan resiliensi adaptif, penelitian ini memetakan trajektori perubahan dari paradigma modernis menuju paradigma postmodern dalam manajemen pendidikan. Studi kasus terhadap SMA Cendekia Harapan Tangerang, SMK Telkom Malang, dan SD Islam Al-Izzah Batu mengungkap model adaptasi yang beragam namun saling melengkapi. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama, meliputi relativisme manajerial, disintegrasi institusional, resistensi birokratis, dan anomie organisasional, yang mengancam keberlangsungan transformasi tersebut. Temuan menunjukkan bahwa dekonstruksi menuju institusi adaptif memerlukan sinergi antara kepemimpinan adaptif yang berakar pada prinsip pembelajaran berkelanjutan dan desain organisasi yang fleksibel, di mana postmodern bukan direspons sebagai ancaman melainkan sebagai peluang pembaruan institusional yang mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan perubahan