Ketahanan global dan inovasi berkelanjutan merupakan dua pilar fundamental yang menentukan kelangsungan dan relevansi lembaga pendidikan di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif desain manajemen lembaga pendidikan yang berbasis ketahanan global dan inovasi berkelanjutan melalui pendekatan edu-future strategy. Dengan menggunakan metode kualitatif-komparatif dan analisis literatur sistematis terhadap 24 sumber akademik, studi ini mengembangkan framework edu-future strategy yang mencakup lima dimensi: resilient leadership, adaptive governance, sustainable innovation, digital ecosystem, dan future-oriented culture. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan lembaga pendidikan di tengah disrupsi global sangat bergantung pada kapasitas kepemimpinan yang transformatif, tata kelola yang adaptif, ekosistem inovasi yang berkelanjutan, infrastruktur digital yang tangguh, dan budaya organisasi yang berorientasi masa depan. Temuan juga mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa fragmentasi kepemimpinan, birokrasi kaku, rendahnya kapasitas inovasi, kesenjangan digital, dan budaya reaktif yang menghambat transformasi. Model pengembangan bertahap yang ditawarkan mencakup indikator terukur untuk setiap dimensi serta roadmap strategis yang mengakomodasi keberagaman konteks kelembagaan. Studi kasus terhadap tiga lembaga pendidikan di Indonesia mengilustrasikan bahwa keberhasilan membangun ketahanan dan inovasi sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan terhadap perubahan sistemik, investasi pada kapasitas adaptif, dan penanaman budaya pembelajaran berkelanjutan sebagai DNA organisasi