Tia Yuliawati
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Likuiditas dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Konsumen Non-Siklus di BEI 2021-2025 Alpan Padilah; Tia Yuliawati
Jurnal Akuntansi Neraca Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jan.v4i2.943

Abstract

Fokus dari kajian ini adalah untuk mengevaluasi dampak leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan pada emiten sektor consumer non-cyclicals yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2021 hingga 2025. Melalui pendekatan kuantitatif asosiatif, penelitian ini memproksikan likuiditas dengan Current Ratio (CR), leverage dengan Debt to Equity Ratio (DER), serta nilai perusahaan dengan Price to Book Value (PBV). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yang menghasilkan 12 perusahaan terpilih dengan akumulasi data amatan sebanyak 60 sampel. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan emiten. Proses pengolahan data dibantu oleh software SPSS dengan menerapkan serangkaian pengujian, mulai dari analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, hingga pengujian hipotesis (uji t, uji F, dan koefisien determinasi). Temuan empiris mengonfirmasi bahwa likuiditas memberikan dampak positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang dibuktikan dengan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,002Di samping itu, variabel leverage juga menunjukkan dampak positif dan signifikan dalam meningkatkan nilai perusahaan, ditunjukkan oleh angka signifikansi sebesar 0,000. Jika diuji secara bersama-sama (simultan), kombinasi antara likuiditas dan leverage terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil pengujian, nilai Adjusted R Square yang diperoleh adalah 66,8%, yang berarti kedua variabel independen tersebut mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan secara kuat.