Kasyati
Institut Agama Islam Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesenian Hadrah Baitul Akhlak Sebagai Media Dakwah Islam di RW 01 Cipinang Melayu Jakarta Timur Moh.Amir Choiri; Pipin Yosepin; Kasyati
Bahasa Indonesia Vol 7 No 1 (2026): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Juni 2026
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v7i1.2344

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peranan seni hadrah sebagai media dakwah Islam dalam meningkatkan strategi dakwah (Studi Analisa: Pada jamaah hadrah Baitul Akhlak di RW 01 Cipinang Melayu, Jakarta Timur). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian lapangan ini diperoleh dengan observasi pada kelompok hadroh Baitul Akhlak di RW 01, Cipinang Melayu, Jakarta Timur dengan mewawancarai pelatih hadroh, anggota jamaah hadroh dan ketua DKM Masjid Baitul Akhlak di RW 01 Cipinang Melayu, Jakarta Timur.Teknis analisis data dilakukan dengan mereduksi data hasil wawancara lalu dideskripsikan dan dianalisis kemudian disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) seni hadrah merupakan media dakwah Islam yang melibatkan musik, nyanyian, tari,dan gerakan tubuh yang bersifat spiritual dan religius. 2) seni hadrah sebagai media dakwah menjadi sarana hiburan dan penguat nilai-nilai keagamaan serta membentuk persatuan /ukhuwah Islamiyah pada masyarakat RW 01 Cipinang Melayu, Jakarta Timur. 3) Seni hadrah berperan dalam meningkatkan strategi dakwah karena didalamnya membentuk ketrampilan dalam mensyiarkan nilai- nilai Islam sehingga membentuk karakter positif pada kelompok hadroh Baitul Akhlak. Peran seni hadrah sebagai media dakwah Islam merupakan tradisi seni dalam budaya Islam yang didalamnya bentuk ungkapan syukur dan penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw namun juga menajdi sarana silaturahim dan kebersamaan umat Islam yang menggabungkan unsur budaya dan agama dalam satu kesatuan.