Jeffry Leonard P Tobing
Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REKONSTRUKSI ETIKA ABORSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: ANALISIS TEOLOGIS-YURIDIS KASUS EDWARD ARMANDO Jeffry Leonard P Tobing;  Laurenz Enjelina Siagian
Metanoia Vol 8 No 2 (2026): Metanoia Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i2.347

Abstract

Aborsi merupakan persoalan etika yang kompleks karena melibatkan dimensi moral, teologis, hukum, dan sosial secara simultan dalam kehidupan manusia. Dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen, aborsi dipandang sebagai pelanggaran terhadap nilai kesucian hidup yang berakar pada iman akan Allah sebagai pemberi kehidupan. Namun, pendekatan etika yang diajarkan dalam Pendidikan Agama Kristen seringkali masih bersifat normatif dan belum sepenuhnya mampu menjawab dinamika persoalan aktual secara kontekstual dan aplikatif. Fenomena kasus dugaan tindak pidana aborsi yang melibatkan dr. Edward Armando menunjukkan adanya ketegangan antara nilai moral, praktik medis, dan regulasi hukum yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi etika aborsi dalam Pendidikan Agama Kristen melalui analisis teologis-yuridis terhadap kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis normatif teologis-yuridis berbasis literatur dan dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi etika aborsi perlu mengintegrasikan prinsip teologis tentang kesucian hidup dengan kerangka hukum positif secara kritis dan kontekstual. Selain itu, pendekatan etika yang dikembangkan harus bersifat transformatif dan dialogis agar relevan dengan realitas sosial peserta didik. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen dapat berperan strategis dalam membentuk kesadaran moral yang reflektif, bertanggung jawab, dan berlandaskan iman Kristen dalam menghadapi isu aborsi.