Dody Firmanda
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN INTRAOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING PADA PASIEN DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSIA PRAMALIESA BATANG KUIS: INCIDENCE OF INTRAOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING IN SPINAL ANESTHESIA PATIENTS AT RSIA PRAMALIESA BATANG KUIS Mutiah Holil Nasution; Dody Firmanda
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1023

Abstract

Intraoperative nausea and vomiting (IONV) merupakan salah satu efek samping yang sering terjadi pada pasien seksio sesaria dengan anestesi spinal dan dapat mengganggu kenyamanan serta jalannya prosedur operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian IONV pada pasien seksio sesaria dengan anestesi spinal di RSIA Pramaliesa Batang Kuis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis pasien periode Juli–Oktober 2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 28 pasien (33,33%) mengalami IONV. Kejadian IONV paling banyak ditemukan pada kelompok usia 23–27 tahun. Berdasarkan kondisi hemodinamik, mayoritas pasien yang mengalami IONV berada dalam keadaan hipotensi intraoperatif. Selain itu, kejadian IONV lebih sering terjadi pada pasien yang menjalani seksio sesaria dengan indikasi operasi emergency dibandingkan operasi elektif. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kejadian IONV pada pasien seksio sesaria dengan anestesi spinal di RSIA Pramaliesa tergolong tidak tinggi, beberapa penelitian melaporkan insiden sekitar 18–40% tergolong lebih rendah dibandingkan dengan literatur yang melaporkan insidensi IONV pada seksio sesarea dengan anestesi spinal dengan kondisi tertentu dapat mencapai hingga 80%. Namun tetap berkaitan erat dengan faktor hipotensi intraoperatif dan jenis operasi emergency, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pemantauan yang optimal selama tindakan anestesi spinal.