Deshinta Putri Mulya
Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CHRONIC INFLAMMATORY DEMYELINATING POLYRADICULONEUROPATHY PADA SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS DENGAN ANA-IF NEGATIF : CHRONIC INFLAMMATORY DEMYELINATING POLYRADICULONEUROPATHY IN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS WITH NEGATIVE ANA-IF Anggia Fitria Agustin; Deshinta Putri Mulya
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 26 No. 1 (2027): Januari 2027
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v26i1.1255

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun sistemik yang dapat melibatkan berbagai organ, termasuk sistem saraf perifer. Salah satu manifestasi neurologis yang jarang ditemukan adalah Chronic Inflammatory Demyelinating Polyradiculoneuropathy (CIDP), yang dapat muncul sebelum, bersamaan, atau setelah diagnosis SLE ditegakkan. Seorang wanita berusia 45 tahun datang dengan keluhan kesemutan progresif pada kedua tangan dan kaki sejak tiga bulan, disertai kelemahan anggota gerak yang memberat sehingga mengganggu kemampuan berjalan dan memegang barang. Pemeriksaan fisik menunjukkan kelemahan motorik pada keempat ekstremitas, penurunan refleks fisiologis, stocking hipoestesia, ulkus oral, serta ruam kemerahan pada kedua tangan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia, hematuria, peningkatan parameter inflamasi, serta kadar komplemen C3 dan C4 yang menurun. Hasil pemeriksaan ANA immunofluorescence (ANA IF) dan anti-double stranded DNA (anti-dsDNA) didapatkan negatif. Diagnosis SLE pada pasien ini ditegakkan berdasarkan kombinasi manifestasi klinis dan temuan laboratorium meskipun hasil ANA IF dan anti-dsDNA negatif. Kasus ini menunjukkan bahwa CIDP dapat menjadi manifestasi neurologis yang jarang pada SLE. Pengenalan dini keterlibatan saraf perifer sangat penting untuk menunjang diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat sehingga dapat memperbaiki prognosis pasien.