Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh accounts payable turnover dan inventory intensity terhadap inventory turnover pada perusahaan consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial accounts payable turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap inventory turnover, sedangkan inventory intensity berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inventory turnover. Secara simultan, accounts payable turnover dan inventory intensity terbukti berpengaruh signifikan terhadap inventory turnover. Temuan ini mengindikasikan bahwa perputaran persediaan dipengaruhi oleh kombinasi kebijakan pengelolaan kewajiban usaha dan tingkat investasi persediaan, meskipun tidak semua variabel berpengaruh secara individual. Penelitian ini memperkuat Teori Trade-Off Liquidity Profitability, yang menyatakan bahwa peningkatan likuiditas melalui penahanan persediaan dalam jumlah besar dapat mengorbankan efisiensi operasional dan menurunkan kecepatan perputaran persediaan. Dengan demikian, efisiensi pengelolaan persediaan tidak ditentukan oleh besarnya investasi persediaan, melainkan oleh kemampuan perusahaan dalam menyeimbangkan antara likuiditas dan efisiensi operasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur manajemen modal kerja serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam mengoptimalkan kebijakan pengelolaan persediaan.