Ekatrisnawati Tumuju
Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP PENERIMAAN IMUNISASI GANDA DI PUSKESMAS TAMBELANG Ekatrisnawati Tumuju; Mokhtar Jamil
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1420

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi ganda adalah pemberian dua jenis vaksin atau lebih dalam satu kali kunjungan pelayanan, sesuai jadwal imunisasi nasional, bertujuan mempercepat kelengkapan imunisasi, hemat waktu, dan aman bagi anak. Di wilayah kerja Puskesmas Tambelang, cakupan imunisasi dasar lengkap masih mencapai 71,2% (tahun 2025), dan salah satu penyebab utamanya adalah penolakan atau keraguan orang tua dalam pemberian imunisasi ganda karena kurangnya pemahaman dan kekhawatiran akan efek samping. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap orang tua terhadap penerimaan imunisasi ganda pada anak usia 2–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tambelang. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia 2–12 bulan, berjumlah 127 orang. Sampel diambil sebanyak 85 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner teruji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan taraf kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua tergolong baik (49,4%), cukup (34,1%), dan kurang (16,5%). Sikap orang tua tergolong positif (48,2%), netral (37,6%), dan negatif (14,1%). Sebesar 64,7% orang tua bersedia menerima imunisasi ganda, sedangkan 35,3% menolak atau ragu. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan dengan penerimaan imunisasi ganda (p = 0,001) dan hubungan yang sangat bermakna antara sikap dengan penerimaan imunisasi ganda (p < 0,001). Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat pengetahuan dan semakin positif sikap orang tua, semakin tinggi pula kesediaan menerima imunisasi ganda. Diperlukan strategi penyuluhan yang lebih intensif, menggunakan pendekatan budaya lokal, serta melibatkan tokoh masyarakat di wilayah Tambelang untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan orang tua