Ariella Daffa Nareswari Hartono
Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MIND WITHOUT DRUGS: PROGRAM PSIKOEDUKASI “DRUG ABUSE” MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Silvia Silvia; Afifah Subagyo; Khansa Shaniadisha Aulia Bestari; Ariella Daffa Nareswari Hartono; Endang Retno Surjaningrum; Ika Yuniar Cahyati
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/228v5a84

Abstract

Penyalahgunaan narkoba (drug abuse) merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda. Tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja membuka peluang untuk mengembangkan strategi psikoedukasi yang lebih mudah diakses dan menarik. Program Mind Without Drugs merupakan intervensi promotif berbasis psikoedukasi digital yang dilaksanakan melalui media sosial Instagram dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai penyalahgunaan narkoba. Program dilaksanakan melalui penyajian konten edukatif dalam bentuk feed, reels, serta pre-test dan post-test interaktif pada Instagram Stories. Materi yang diberikan mencakup pengertian dan kriteria Substance Use Disorder (SUD) berdasarkan DSM-5-TR, prevalensi, faktor risiko, gejala, dampak penyalahgunaan zat, serta keterampilan refusal skills untuk menolak ajakan penggunaan narkoba secara asertif. Evaluasi dilakukan secara formatif melalui analisis keterlibatan audiens (likes, views, dan komentar) serta secara sumatif melalui post-test. Hasil menunjukkan bahwa seluruh konten berhasil melampaui target keterjangkauan yang ditetapkan. Sebagian besar peserta juga mampu menjawab pertanyaan post-test dengan benar, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman mengenai penyalahgunaan narkoba. Selain meningkatkan pengetahuan, respons audiens melalui kolom komentar menunjukkan bahwa materi yang diberikan mendorong refleksi terhadap pengalaman dan situasi kehidupan nyata, khususnya terkait tekanan sosial, kemampuan menetapkan batasan diri (personal boundaries), serta keberanian untuk menolak ajakan yang berisiko. Temuan ini menunjukkan bahwa Instagram dapat menjadi media psikoedukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi mengenai penyalahgunaan narkoba sekaligus mendorong kesadaran dan refleksi diri pada remaja. Keywords: drug abuse, psikoedukasi, Instagram, remaja, substance use disorder