Shafa Kanahaya
Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROGRAM PSIKOEDUKASI MENGENAI MISKONSEPSI DAN DAMPAK LABELING TERHADAP INDIVIDU DENGAN ADHD MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @THEIRLABELS Alya Imani Handono; Amanda Carissa Nurshanty; Novieta Dwi Yulianty; Nuraziiza Prasasya; Shafa Kanahaya
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/0nqb0247

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan pola persisten inatensi dan/atau hiperaktivitas-impulsivitas, yang dapat menetap hingga individu memasuki usia dewasa. Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan melalui akun media sosial Instagram @theirlabels dengan menyajikan informasi melalui berbagai format konten seperti unggahan feed, reels, story, kuis, dan fitur add-yours, disertai sesi interaktif untuk mengukur pemahaman audiens. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan formatif dan sumatif, mengacu pada indikator jumlah tayangan, jumlah suka, pertumbuhan pengikut, dan partisipasi audiens. Hasil kegiatan menunjukkan jumlah pengikut akun bertambah hingga 134 orang, dengan capaian jumlah tayangan dan jumlah suka pada hampir seluruh konten melampaui target yang ditetapkan. Hasil kuis identifikasi mitos dan fakta ADHD menunjukkan tingkat pemahaman audiens yang tinggi, dengan proporsi jawaban benar berkisar antara 63% hingga 100% pada lima pertanyaan yang diajukan. Penilaian akhir audiens melalui fitur emoji slider turut menunjukkan kecenderungan pemahaman pada rentang menengah hingga tinggi terhadap materi ADHD, self-diagnosis, dan labelling. Tingginya partisipasi serta respons positif audiens mengindikasikan bahwa media sosial Instagram dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi psikologis secara menarik, ringkas, dan interaktif. Program psikoedukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ADHD, self-diagnosis, dan labelling, serta berpotensi mendukung pengurangan kecenderungan penilaian diri dan pemberian label yang keliru di kalangan pengguna media sosial.