M. Agung Pramana
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Budaya Anak Muda, Globalisasi, dan Hiburan Populer: Komunitas Standupindo Dumai Indonesia M. Agung Pramana; Dony Arung Triantoro
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.49-58

Abstract

Studi ini mengkaji tentang representasi budaya anak muda di dalam hiburan stand up comedy. Studi-studi sebelumnya hanya berfokus pada budaya lokal masyarakat saja, namun pada saat sekarang terjadi pembaruan dari budaya lokal ke budaya anak muda tanpa melupakan budaya lokal masyarakat. Berfokus pada komunitas standupindo Kota Dumai, artikel ini menjawab pertanyaan utama yaitu bagaimana representasi budaya anak muda yang sejalan dengan hiburan stand up comedy? Pertanyaan lanjutan yang akan penulis eksplorasi yaitu bagaimana kemunculan komunitas standupindo di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis menggunakan data yang dihasilkan dari wawancara dan observasi, serta netnografi melalui akun instagram @standupindo_dumai dan spotify SUID Podcast. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya lokal dan anak muda turut serta dalam mengemas hiburan stand up comedy. Contohnya membuat agenda-agenda dengan tema masyarakat Dumai, mengonsep pertunjukan stand up comedy di kafe. Hal ini menandakan bahwa antara budaya anak muda dan hiburan populer itu saling berkelindan satu dengan yang lainnya. Studi ini juga menggarisbawahi perlunya penelitian di komunitas standupindo di daerah-daerah lain untuk mengeksplorasi konsep budaya anak muda, dan untuk memperkaya pemahaman tentang budaya dan stand up comedy di Indonesia.
KOREAN WAVE: PHILOSOPHY, EXISTENCE, PHENOMENON, AND RESPONSE OF YOUNG MUSLIM M. Agung Pramana; Masduki Masduki
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v22i2.14270

Abstract

This article analyzes the Korean wave, which is intensively entering the transnational market. Focusing on Korean dramas, which are mushrooming in Indonesia, previous studies only focused on the development of the Korean wave in the world. They only took into account the values contained therein. More than that, this research comes as a novelty with a discussion of young Indonesian Muslims who consume Korean dramas as active consumers. This research collaborates with young Muslims, most of whom consist of students, especially in Riau province, regarding the meaning of Korean dramas in Indonesia. This article attempts to answer the main questions, such as how young Muslims in Riau respond to interpreting the Korean dramas shown. Meanwhile, further questions, such as how the journey and development of Korean dramas are in the Indonesian context, are also asked. The author used a qualitative method to answer this question based on online interviews with 24 young Indonesian Muslims via a Google form link. Then, it will be analyzed using relevant previous literature. The research results show that young Muslims consume Korean dramas not only as passive recipients. Do not just watch it. More than that, they are also active consumers who are critical in learning, teaching new insights, and learning the Korean language and the good values contained therein. They appear as active consumers who can take lessons and even teach from the Korean dramas they watch.
Gerakan Baru Kemanusiaan: Filantropi Islam di Yayasan Al-Hidayah, Kampar, Riau M. Agung Pramana; Pitra Ariadi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v7i1.3159

Abstract

This article discusses the new Islamic philanthropic movement at Tahfidz Al-Hidayah Foundation, Kampar, Riau. However, the Islamic philanthropy initiated by this foundation is different from Islamic philanthropic activities in general. The administrators sacrifice effort in educating and nurturing their students. The concern shown by the administrators included in Islamic philanthropic activities because of persistence on the basis of humanity is the foundation of the Islamic philanthropic reform movement. This article will answer the main question, what is the context of Islamic philanthropic activities at Tahfidz Al-Hidayah foundation? Meanwhile, the following questions that researcher will explore such as how Islamic philanthropic activities have been from the New Order era to the present? To answer these questions, researcher use ethnographic methods sourced from field research at the Tahfidz Al-Hidayah Foundation. Then, researcher analyzes it with relevant previous literature, as well as additional data, researcher use the netnographic method through the Instagram account @yysn_al_hidayah_kampar. The results of the study show that the Tahfidz Al-Hidayah foundation is an Islamic philanthropic renewal movement that aims to increase piety and pious in concern of humanity. Islamic philanthropy are not only in the form of materials such as Zakat, Infaq, Alms, and Endowments (ZISWAF) which seeks to minimize poverty. However, Islamic philanthropic activities can improve the quality of life. As shown by the Tahfidz Al-Hidayah foundation as a movement based on humanity. [Tulisan ini membahas gerakan baru filantropi Islam di Yayasan Tahfidz Al-Hidayah Kampar, Riau. Filantropi Islam yang digagas oleh yayasan ini berbeda dari kegiatan-kegiatan filantropi Islam pada umumnya. Pengurus mengorbankan usaha dalam mendidik dan membina muridnya. Kepedulian yang diperlihatkan oleh pengurus juga termasuk dalam kegiatan filantropi Islam karena kegigihan atas dasar kemanusiaan menjadi landasan dari gerakan pembaruan filantropi Islam. Artikel ini akan menjawab pertanyaan utama yaitu bagaimana konteks kegiatan filantropi Islam yang ada di Yayasan Tahfidz Al-Hidayah ini? Sedangkan pertanyaan lanjutan yang akan peneliti eksplorasi seperti bagaimana kegiatan filantropi Islam dari era Orde Baru hingga saat ini? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan metode etnografi bersumber dari penelitian lapangan (field research) di Yayasan Tahfidz Al-Hidayah. Kemudian penulis menganalisisnya dengan literatur-literatur sebelumnya yang relevan, sebagai data tambahan, peneliti menggunakan metode netnografi melalui akun instagram @yysn_al_hidayah_kampar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Tahfidz Al-Hidayah sebagai gerakan pembaruan filantropi Islam yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan kesalehan dalam bentuk kepedulian atas dasar kemanusiaan. Filantropi Islam juga tidak hanya berbentuk materi seperti Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) yang berupaya meminimalisir kemiskinan. Namun, kegiatan filantropi Islam itu juga bisa dalam bentuk jasa untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Seperti yang diperlihatkan oleh Yayasan Tahfidz Al-Hidayah sebagai gerakan atas dasar kemanusiaan.]