Odi Jarodi
Politeknik Pengayoman Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

From Fragmentation to Coherence: Enhancing Human Resource Capacity in Indonesian Law Reform for Effective Justice Delivery Odi Jarodi; Muhammad Khafid; Arief Yulianto
Journal of Law and Legal Reform Vol. 5 No. 4 (2024): Contemporary Issues on Law Reform in Indonesia and Global Context
Publisher : Faculty of Law, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jllr.v5i4.18924

Abstract

Indonesian law reform faces persistent challenges stemming from fragmented human resource capacity, which undermines the coherence and effectiveness of justice delivery. This study critically examines the interplay between human resource development and the success of legal reform in Indonesia, emphasizing the urgent need to address systemic inefficiencies and skill gaps. As globalization and complex socio-legal issues demand more sophisticated legal systems, the pressure on Indonesia’s legal institutions to enhance their human resource capabilities has intensified. The novelty of this research lies in its focused analysis of human resource capacity as a critical yet underexplored dimension of Indonesian law reform. By employing a socio-legal methodology, the study identifies key factors contributing to fragmentation, including uneven competency levels, inadequate training, and lack of coordination among legal institutions. It further evaluates the role of education, professional development, and policy frameworks in fostering a coherent and competent legal workforce. The findings demonstrate that a robust, well-coordinated human resource strategy is essential for advancing legal reforms and delivering justice effectively. This research contributes to the discourse by proposing actionable solutions, including curriculum reforms, capacity-building initiatives, and collaborative networks among legal practitioners, academics, and policymakers. By addressing the critical gap in human resource capacity, this study provides a pathway for achieving a coherent legal system that upholds justice and aligns with Indonesia’s broader development goals.
Pengaruh Psychopathy Terhadap Criminal Thinking Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur Milzan Yusup Al Wafi; Odi Jarodi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychopathy terhadap criminal thinking narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur. Criminal thinking merupakan pola pikir yang membenarkan tindakan melanggar hukum, dan secara teoritis psychopathy berperan penting dalam pembentukannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei dan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada narapidana dengan 57 indikator, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi linier sederhana, uji signifikansi, dan uji determinasi melalui software IBM SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti psychopathy berpengaruh signifikan terhadap criminal thinking. Nilai R square sebesar 0,519 menunjukkan bahwa psychopathy memberikan pengaruh sebesar 51,1% terhadap criminal thinking, sedangkan 48,9% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif dan signifikan antara psychopathy dan criminal thinking. Disarankan agar petugas pemasyarakatan melakukan asesmen psikologis secara berkala dan intervensi rehabilitatif untuk menekan kecenderungan criminal thinking serta mencegah residivisme pasca pembebasan.
Pengaruh Self-efficacy terhadap Resilience Narapidana Tindak Pidana Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Farhan Putra Lan Lubis; Odi Jarodi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap resiliensi narapidana tindak pidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi overcrowding dan tingginya residivisme yang menunjukkan pentingnya pembinaan psikologis berbasis keyakinan diri dan ketahanan mental. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 171 responden yang dipilih secara simple random sampling dari 309 populasi. Instrumen penelitian berupa General Self-Efficacy Scale (GSE) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), dengan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS 25. Hasil menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara self-efficacy dan resiliensi (Sig. = 0,001 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 39,7%. Kesimpulannya, semakin tinggi self-efficacy, semakin kuat pula resiliensi narapidana dalam menghadapi tekanan hidup di lapas. Disarankan agar program pembinaan Lapas menekankan penguatan self-efficacy melalui pelatihan motivasi, pembinaan spiritual, dan konseling adaptif untuk mendukung reintegrasi sosial pasca pembebasan.