Rokhana, Rokhana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS SENYAWA ANTI JAMUR EKTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP JAMUR Candida albicans PENYEBAB PENYAKIT KEPUTIHAN Rokhana, Rokhana; Nadia, R.A
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.243

Abstract

Daun sirih merah( Piper Crocatum) merupakan salah satu herbal medicine yang mengandung  senyawa alkaloid, flavonoid,  dan minyak atsiri. Senyawa tersebut memiliki potensi sebagai antifungi yang bisa digunakan untuk mengatasi kandidiasis seperti keputihan yang disebabkan oleh Candida albicans.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak  etanol daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap Candida albicans. Metode penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan metode  post test control group design only. Uji aktivitas antifungi ektrak sirih merah terhadap Candida albicans  menggunakan pengujian metode difusi cakram yaitu dengan mengoleskan kultur fungi  pada permukaan medium Muller Hinton agar menggunakan lidi kapas steril. Disk cakram yang telah diberi ektrak sirih merah dengan variasi konsentrasi 20% v/v, 40% v/v, 80%v/v, 100%v/v sebagai kontrol negatif adalah air garam fisiolgis dan ketokonazol sebagai kontro positif. Media isolat diinkubasi pada suhu 250C selama 3 hari kemudian diukur diameter zona jernih yang terbentuk. Data penelitian di analisis secara statistik menggunakan uji Mann Whitney. Hasil didapatkan Ektrak etanol daun sirih merah mempunyai aktivitas antifungi  terhadap Candidia albicans  pada konsentrasi 20%,(12 mm), 40% (12,75 mm) , 60% (13,38 mm), 80%  (14,5 mm) 100% (15,4mm). Pada konsentrasi 100%  mempunyai daya bunuh antifungi lebih besar dan hampir sama dengan ketokonazol. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan diameter zona jernih pada konsentrasi 80% dan 100%. Konsentrasi ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatum) yang paling efektif  menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans  pada konsentrasi 80%.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Propinebacterium acnes PENYEBAB INFEKSI PADA JERAWAT Rokhana, Rokhana; Wahyu, Dian
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.391

Abstract

Propinebacterium acnes dikenal sebagai bakteri yang turut memicu proses peradangan pada kelenjar sabaseus, sehingga kondisi tersebut dapat berkembang menjadi munculnya jerawat. Upaya penelusuran senyawa antibakteri dari berbagai ekstrak tumbuhan terus dikembangkan untuk memperoleh komponen bioaktif yang mampu menekan mikroorganisme patogen. Lidah buaya (Aloe vera L) termasuk tanaman obat yang diketahui memiliki beragam molekul aktif dengan potensi sebagai antibakteri. Tujun penelitian ini diarahkan untuk menelaah sejauh mana ekstrak etanol dari lidah buaya mampu menurunkan laju perkembangan bakteri Propinebacterium acnes. Metode penelitian ini dilaksanakan melalui rancangan uji eksperimental di laboratorium yang menerapkan pola post test control group design only sebagai kerangka utama pengamatan. Uji kemampuan antibakteri dilakukan dengan memanfaatkan teknik difusi cakram Kirby Bauer. Pada tahap awal, suspensi Propinebacterium acnes disebarkan secara merata di atas permukaan medium Muller Hinton Agar (MHA) memakai kapas steril agar pertumbuhan bakteri berlangsung homogen. Setiap disk cakram diberi perlakuan berupa ekstrak lidah buaya pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Larutan garam fisiologis ditempatkan sebagai kontrol negatif, sedangkan klindamicin digunakan sebagai kontrol positif. Seluruh cawan uji diinkubasi dalam suasana anaerob pada suhu 37°C dalam waktu 24 jam. Diameter zona hambat yang muncul di bagian sekitar cakram kemudian diukur. Hasil pengamatan selanjutnya diolah secara statistik melalui uji Mann Whitney. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemberian ekstrak gel lidah buaya mampu membentuk area hambatan dengan diameter 7 mm pada konsentrasi 40%, 7,75 mm pada konsentrasi 60%, 8,75 mm pada konsentrasi 80%, dan 9 mm ketika konsentrasi mencapai 100%. Kontrol positif menghasilkan zona hambat berukuran 33 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan pembentukan area jernih. Peningkatan kadar ekstrak berhubungan langsung dengan bertambah lebarnya zona hambat yang muncul di sekitar cakram uji. Ekstrak lidah buaya pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propinebacterium acnes