Rendahnya literasi kewarganegaraan, lemahnya partisipasi sosial, serta terbatasnya pemahaman moderasi beragama masih menjadi tantangan dalam membangun masyarakat yang demokratis dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi program edukasi PKn berbasis masyarakat yang mengintegrasikan literasi kewarganegaraan, moderasi beragama, dan literasi digital di Kampung Sukosari Kecamatan Baradatu. Penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 30 partisipan yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan warga umum. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, serta instrumen pre-test dan post-test. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi pendidikan kewarganegaraan, moderasi beragama, dan literasi digital dalam model pemberdayaan masyarakat yang partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai kewarganegaraan demokratis, sikap keagamaan yang inklusif, serta kemampuan literasi digital kritis. Program juga mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan berkembangnya pola komunikasi yang lebih dialogis dan inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi PKn berbasis masyarakat dapat menjadi model pemberdayaan partisipatif yang efektif dalam memperkuat kesadaran kewarganegaraan dan moderasi beragama di masyarakat multikultural.