Slamet Kusnadi
Magister Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI SOCIAL AND EMOTIONAL LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SD Slamet Kusnadi; Joko Sutarto; Decky Avrilianda; Ellianawati Ellianawati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.8042

Abstract

Keterampilan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar, karena keterampilan ini mendukung keberhasilan belajar dan interaksi sosial siswa. Namun, masih banyak ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide dan berkomunikasi secara efektif di kelas. Model Problem Based Learning (PBL) yang mengedepankan pemecahan masalah secara aktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa, sedangkan integrasi Social and Emotional Learning (SEL) membantu mengembangkan kompetensi sosial dan emosional yang mendukung komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model PBL terintegrasi SEL dalam mata pelajaran IPAS untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah desain quasi experimental dengan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model PBL terintegrasi SEL dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL terintegrasi SEL secara signifikan meningkatkan keterampilan komunikasi siswa dibandingkan dengan kelas kontrol. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran yang efektif dan mendukung peningkatan kompetensi komunikasi siswa pada pendidikan dasar.