Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran IPA berbasis Google Sites dan Virtual Laboratory yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS) dan keterampilan berpikir komputasional (Computational Thinking / CT) siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (RD) yang mengadaptasi kerangka kerja Nieveen (2007) dengan tiga tahap utama, yaitu penelitian pendahuluan, pengembangan prototipe, dan penilaian produk. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes HOTS dan CT menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental pretest–posttest control group). Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memperoleh rata-rata skor validasi sebesar 4,48–4,52 dengan kategori sangat valid, yang berarti telah memenuhi kriteria kelayakan isi, konstruk, kebahasaan, dan tampilan visual. Aspek kepraktisan juga menunjukkan hasil sangat baik, dengan lebih dari 90% respon positif dari guru dan siswa terhadap kemudahan penggunaan dan daya tarik tampilan. Uji keefektifan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan HOTS (N-gain = 0,72, kategori tinggi) dan CT (N-gain = 0,69, kategori sedang–tinggi) dengan nilai p 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Google Sites dan Virtual Laboratory memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, eksploratif, dan mendukung pembelajaran berbasis inkuiri ilmiah. Dengan demikian, e-modul berbasis Google Sites dan Virtual Laboratory dinyatakan layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran IPA yang inovatif dan selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Penggunaan e-modul ini dapat menjadi solusi bagi keterbatasan sarana laboratorium konvensional, sekaligus mendorong pembelajaran sains yang adaptif terhadap kebutuhan abad 21.