Aidil Syah Putra
Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Foreignization and domestication in translating Louise Glück’s poems: An ideological analysis Sarrohmahniyati Sarrohmahniyati; Aidil Syah Putra; Eka Ugi Sutikno
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.41906

Abstract

This study examines how translation techniques interact with ideological orientation in the Indonesian rendering of selected poems from Firstborn by Louise Glück. It integrates Lawrence Venuti's concepts of foreignization and domestication with the taxonomy of translation techniques proposed by Lucía Molina and Amparo Hurtado Albir. Adopting a qualitative design grounded in comparative textual analysis, the dataset comprises 21 translation units drawn from five poems, along with their Indonesian versions published on Buruan.co. The findings indicate that literal translation and borrowing tend to align with a foreignizing orientation, as they preserve stylistic features and cultural markers of the source text. In contrast, techniques such as adaptation, modulation, amplification, reduction, and transposition are more closely associated with domestication, facilitating readability and cultural accessibility for the target audience. Overall, the distribution reflects a relatively balanced pattern, though it leans slightly toward domestication, particularly in instances where semantic clarity and reader comprehension are prioritized. By grounding ideological tendencies in observable textual evidence, this study contributes to translation studies by linking macro-level theoretical constructs (ideologies) with micro-level analytical practice (techniques). It also provides practical insights for translators seeking to negotiate the tension between aesthetic fidelity and readability in the translation of contemporary poetry.
THE ROLE OF POLITENESS STRATEGIES IN DEVELOPING PRAGMATIC COMPETENCE AMONG INDONESIAN EFL LEARNERS An Marsanda Rahayu; Khesya Almira Gianinna; Aidil Syah Putra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14930

Abstract

ABSTRACT Indonesian EFL learners may demonstrate adequate grammatical knowledge while still experiencing difficulties in using English appropriately across different social and cultural contexts. This condition highlights the need to strengthen pragmatic competence, particularly through an understanding of politeness strategies in communication. This study aims to analyze the role of politeness strategies in developing English pragmatic competence among Indonesian EFL learners. A qualitative library research design was employed by synthesizing 30 relevant scholarly sources, primarily published between 2021 and 2026. The literature was analyzed thematically to identify recurring findings concerning pragmatic awareness, speech-act performance, contextual appropriateness, and sociocultural aspects of communication. The findings indicate that politeness strategies contribute to learners’ pragmatic awareness, support appropriate speech-act performance, and facilitate the adaptation of language to interpersonal contexts. The novelty of this study lies in providing an integrated synthesis that connects politeness strategies, speech-act performance, and sociocultural awareness as interrelated dimensions of pragmatic competence development among Indonesian EFL learners. The review also identifies first-language transfer, limited exposure to authentic English communication, grammar-oriented instruction, and insufficient sociocultural awareness as major challenges. These findings emphasize the importance of integrating pragmatic instruction, authentic materials, and communicative activities into English language teaching to support learners’ effective and contextually appropriate communication. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan peserta didik EFL dalam menggunakan bahasa Inggris secara tepat sesuai konteks sosial dan budaya, meskipun penguasaan aspek gramatikal telah menjadi bagian utama dalam pembelajaran bahasa. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi pragmatik, khususnya melalui pemahaman strategi kesantunan dalam penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategi kesantunan dalam mengembangkan kompetensi pragmatik bahasa Inggris pada pembelajar EFL di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui sintesis 30 sumber ilmiah yang relevan dan terutama diterbitkan pada periode 2021–2026. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola temuan mengenai kesadaran pragmatik, tindak tutur, kesesuaian kontekstual, serta aspek sosial dan budaya dalam komunikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi kesantunan berperan dalam meningkatkan kesadaran pragmatik, membantu pembelajar melakukan tindak tutur secara tepat, dan menyesuaikan penggunaan bahasa dengan konteks interpersonal. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis terpadu yang menghubungkan strategi kesantunan, performa tindak tutur, dan kesadaran sosiokultural sebagai bagian yang saling berkaitan dalam pengembangan kompetensi pragmatik pembelajar EFL Indonesia. Kajian juga mengidentifikasi transfer bahasa pertama, keterbatasan paparan terhadap komunikasi autentik, pembelajaran yang berorientasi pada tata bahasa, dan rendahnya kesadaran sosiokultural sebagai tantangan utama. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi pembelajaran pragmatik, materi autentik, dan aktivitas komunikatif dalam pengajaran bahasa Inggris.