p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Public Health Journal
Dedi Irawan
Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Provinsi Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Al-Fuad Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Nurhafizah Musyafra; Dedi Irawan; Yusuf
Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2024): October–December, Global Public Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/t0h63b73

Abstract

Pada umumnya gastritis bisa menyerang semua orang dengan berbagai usia namun dari data penelitian terdahulu menyebutkan bahwa sebagian besar gastritis dialami oleh remaja terutama pada remaja putri. Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan jumlah penderita gastritis pada remaja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Fuad Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Metode : Desain penelitian ini menggunakan jenis analytic yang bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh santri di Pondok Pesantren Al-Fuad Seruway Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 88 orang dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri tidak mengalami gastritis sebanyak 52 responden (59,1%). Sebagian besar remaja putri menerapkan pola makan yang kurang baik sebanyak 48 responden (54,5%). Ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja putri dengan p-value 0,003 (p<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Fuad Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Saran : Bagi Dinas Kesehatan setempat agar meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penyuluhan–penyuluhan mengenai pola makan yang baik dan gastritis di sekolah-sekolah, mengaktifkan fungsi UKS di sekolah dan melakukan deteksi dini terkait gejala gastritis pada remaja di sekolah
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Miftahul Husna; Dedi Irawan; Ajmain
Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2024): October–December, Global Public Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/x41gs888

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kepatuhan minum obat yang dapat mengakibatkan kegagalan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional  study dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data mengenai faktor pengetahuan, dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dukumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reabilitasnya. Data dianalisis dengan menggunakan chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru (nilai p value sebesar 0,694). Pengetahuan yang tinggi terhadap cara penularan, terapi yang diberikan, dan dampak dari penyakit TB paru dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat. Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru (nilai p value sebesar 0,756). Dukungan keluarga yang diberikan kepada pasien dalam menemani pasien berobat, memberikan informasi, memberikan perhatian serta nasehat, dan mengingatkan minum obat dapat mendorong pasien untuk sembuh dan lebih patuh dalam minum obat. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada masyarakat agar dapat memahami tentang penyakit TB paru dan diharapkan kepada keluarga agar dapat memberikan dukungan moril dan materil kepada pasien dalam masa pengobatan. Pihak pelayanan rumah sakit juga perlu memberikan pendidikan kepada pasien mengenai pengobatan, penularan, dan dampak dari penyakit TB paru.