Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penyaluran KUR, NPL, dan BOPO terhadap ROA pada Bank Penyalur KUR di Indonesia Riska Aprilia; Putu Riesty Masdiantini; Sunitha Devi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.977

Abstract

Tantangan utama bank penyalur Kredit Usaha Rakyat di Indonesia saat ini adalah menjaga stabilitas laba di tengah tingginya risiko kredit macet dan inefisiensi beban operasional. Kondisi tersebut menjadi penting untuk diperhatikan karena program Kredit Usaha Rakyat merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Namun, peningkatan penyaluran kredit yang tidak disertai pengelolaan risiko dan efisiensi operasional yang baik dapat memengaruhi kinerja profitabilitas bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyaluran Kredit Usaha Rakyat, Non Performing Loan, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional terhadap Return On Assets bank penyalur KUR periode 2022–2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling, sehingga diperoleh sampel berjumlah 39 bank dengan total 117 observasi, yang diuji menggunakan metode regresi linier berganda melalui program statistik IBM SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Assets. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan penyaluran KUR mampu meningkatkan pendapatan bank melalui optimalisasi fungsi intermediasi. Sebaliknya, Non Performing Loan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional berpengaruh negatif signifikan terhadap Return On Assets. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa untuk menjaga stabilitas profitabilitas yang diproksikan dalam Return On Assets, perbankan wajib menerapkan kombinasi antara pengelolaan risiko kredit dan peningkatan efisiensi pada biaya operasionalnya guna mendukung kinerja keuangan yang optimal dan berkelanjutan.