Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Asesmen Kognitif Berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Madrasah Ibtidaiyah Diah Ainun Khafidloh; Moh. Sahlan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen kognitif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran Fiqih guna mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik secara lebih efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perancangan produk, pengembangan instrumen, validasi oleh para ahli, uji coba lapangan, serta revisi berdasarkan hasil evaluasi. Pengembangan instrumen difokuskan pada penyusunan butir soal yang mampu mengukur kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi sesuai dengan indikator HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang tinggi berdasarkan penilaian para ahli, mudah digunakan oleh guru dalam proses penilaian, serta efektif dalam mengidentifikasi kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Selain itu, instrumen ini mampu memberikan informasi yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai capaian kognitif siswa dibandingkan dengan asesmen konvensional. Penerapan instrumen asesmen berbasis HOTS pada pembelajaran Fiqih diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran, mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif, serta membantu guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Dengan demikian, instrumen ini berpotensi menjadi alternatif evaluasi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 serta mendukung pengembangan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dan sangat relevan pada jaman sekarang ini.  
Pengembangan Asesmen Formatif Berbantuan Refleksi Diri (Self-Assessment) untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa/i MTS Siti Muthiatun Najiyah; Moh. Sahlan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen formatif berbantuan refleksi diri (self-assessment) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kemampuan belajar mandiri sebagai salah satu kompetensi abad ke-21 yang harus dimiliki peserta didik. Namun, dalam praktik pembelajaran, asesmen masih cenderung berfokus pada hasil belajar akhir sehingga kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi terhadap proses belajarnya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan asesmen formatif yang melibatkan siswa secara aktif melalui kegiatan refleksi diri. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Subjek penelitian terdiri atas siswa MTs dan guru mata pelajaran yang terlibat dalam proses uji coba produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, serta angket respons pengguna. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen formatif berbantuan refleksi diri yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli, praktis berdasarkan respons guru dan siswa, serta efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam merencanakan kegiatan belajar, memantau perkembangan belajar, mengevaluasi hasil belajar, serta mengambil keputusan untuk perbaikan pembelajaran secara mandiri. Dengan demikian, asesmen formatif berbantuan refleksi diri dapat menjadi alternatif strategi evaluasi pembelajaran yang mendukung terciptanya peserta didik yang lebih aktif, reflektif, dan mandiri dalam proses belajar.