Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Bahan Baku Pada UMKM di Kota Solo Rambu Ima Kuku Tangu; Endang Satyawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku pada Rumah Makan Demen Chicken. Fokus penelitian diarahkan pada efektivitas sistem yang digunakan, kendala yang muncul dalam proses pencatatan dan pengendalian persediaan, serta upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan akurasi data, efisiensi operasional, dan ketepatan laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pemilik usaha, staf gudang, staf dapur, dan staf administrasi yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan persediaan bahan baku. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku yang diterapkan masih bersifat semi-manual melalui buku catatan harian dan spreadsheet sederhana. Sistem tersebut telah membantu kegiatan operasional dan penyusunan laporan keuangan, tetapi belum terintegrasi secara optimal. Kendala utama meliputi kesalahan pencatatan, keterlambatan pembaruan data, ketidaksesuaian antara stok fisik dan catatan persediaan, serta keterbatasan pengetahuan karyawan dalam pengelolaan pencatatan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi akurasi informasi persediaan, kelancaran proses produksi, dan ketepatan laporan keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Rumah Makan Demen Chicken perlu menerapkan sistem pencatatan digital yang terintegrasi, memperkuat pengendalian internal, meningkatkan pelatihan karyawan, dan memperbaiki koordinasi antarbagian agar pengelolaan persediaan bahan baku menjadi lebih akurat, efisien, dan tepat waktu.