Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Konflik Batin Tokoh Utama Akibat Pernikahan Dini dalam Novel Nikah Muda Karya Thessa Livia Rofi'ati Nur Diana Islam; Nadia Fitri; Laili Amalia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1081

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika konflik batin yang dialami oleh tokoh Kiran sebagai tokoh utama dalam novel Nikah Muda karya Thessa Livia dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik batin yang dialami tokoh Kiran serta menjelaskan dinamika kepribadiannya berdasarkan konsep id, ego, dan superego. Konflik batin yang dialami tokoh utama menjadi aspek penting untuk dikaji karena mencerminkan pergulatan psikologis seseorang dalam menghadapi berbagai tekanan hidup, terutama yang berkaitan dengan pernikahan dini, hubungan keluarga, dan kehilangan orang yang dicintai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian berupa kutipan-kutipan yang terdapat dalam novel Nikah Muda karya Thessa Livia yang menunjukkan adanya dinamika konflik batin pada tokoh Kiran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan data berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi aspek id, ego, dan superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin yang dialami tokoh Kiran muncul akibat pernikahan dini, kondisi kesehatan ayah yang terus memburuk, ketakutan akan kehilangan orang yang dicintai, serta tekanan dalam menentukan masa depan hidupnya. Dinamika konflik batin tersebut tercermin melalui dominasi aspek id yang ditunjukkan oleh perasaan takut, cemas, marah, kecewa, sedih, dan putus asa. Aspek ego tampak melalui upaya Kiran dalam mengendalikan emosi dan menyesuaikan diri dengan realitas yang dihadapinya. Sementara itu, aspek superego terlihat melalui sikap patuh, pengorbanan diri, tanggung jawab moral, serta rasa hormat kepada ayahnya.