Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Media Sosial, Lingkungan Sosial, Dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Masalah Psikososial Pada Remaja Di Smp 3 Bae Kudus Rinuf Eviati Devita; Indanah Indanah; Ashri Maulida Rahmawati; Sukarmin Sukarmin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial, lingkungan sosial, dan pola asuh orang tua dengan masalah psikososial pada remaja di SMP 3 Bae Kudus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan siswa sebagai populasi dengan sampel yang dipilih secara proporsional berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan meliputi PSC-17 untuk mengukur masalah psikososial, BSMAS untuk menilai penggunaan media sosial, CASSS untuk mengukur dukungan lingkungan sosial, serta PSDQ untuk mengidentifikasi pola asuh orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik karena data berskala ordinal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan media sosial, lingkungan sosial, dan pola asuh orang tua dengan masalah psikososial remaja. Penggunaan media sosial yang berlebihan berkaitan dengan meningkatnya gangguan emosional dan perilaku. Lingkungan sosial yang kurang mendukung dari teman sebaya, keluarga, dan sekolah juga berkontribusi terhadap meningkatnya masalah psikososial. Selain itu, pola asuh orang tua yang tidak tepat, seperti otoriter dan permisif, meningkatkan risiko gangguan dibandingkan pola asuh demokratis. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peran ketiga faktor tersebut serta perlunya keterlibatan aktif orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan, pengawasan, dan pembinaan guna mendukung perkembangan mental remaja secara optimal.