Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Pola Makan, Kadar Hemoglobin (HB), Gangguan Siklus Menstruasi Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Della Firma Sari; Lilis Fatmawati; Ahmad Hasan Basri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1287

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak dialami remaja putri dan dapat berdampak pada kesehatan fisik, kemampuan kognitif, serta prestasi belajar. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri antara lain pola makan, kadar hemoglobin (Hb), dan gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan, kadar hemoglobin (Hb), dan gangguan siklus menstruasi terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMA Sunan Giri Menganti. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi remaja putri SMA Sunan Giri Menganti dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran kadar hemoglobin, serta data siklus menstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap kejadian anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan kurang baik (93,3%), kadar hemoglobin rendah (66,7%), dan mengalami gangguan siklus menstruasi (53,3%). Kejadian anemia ditemukan pada 68,4% responden yang terdiri atas anemia ringan (40,0%), anemia sedang (26,7%), dan anemia berat (1,7%). Analisis regresi menunjukkan bahwa pola makan berhubungan positif dan signifikan dengan kejadian anemia (p<0,001; B=1,959), demikian pula kadar hemoglobin (p<0,001; B=1,098). Sebaliknya, gangguan siklus menstruasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p=0,502; B=-0,102). Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan dan kadar hemoglobin merupakan faktor dominan yang memengaruhi kejadian anemia pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi gizi, peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, serta optimalisasi program pemberian tablet tambah darah guna menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.