Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sintesis Membran Selulosa Asetat-Tio2 Sebagai Media Penyaring Mikroplastik Luh Sri Suryani; Ni Putu Sri Ayuni; Ni Wayan Yuningrat
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1337

Abstract

Mikroplastik merupakan polutan yang berpotensi mencemari lingkungan perairan dan menimbulkan dampak negatif terhadap organisme akuatik maupun kesehatan manusia. Keberadaan mikroplastik yang semakin meningkat di lingkungan perairan mendorong perlunya pengembangan metode penyisihan yang efektif, salah satunya melalui teknologi filtrasi membran. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis selulosa asetat serta mengkaji pengaruh penambahan nanopartikel TiO₂ terhadap karakteristik dan kinerja membran dalam penyaringan mikroplastik. Selulosa asetat disintesis melalui reaksi asetilasi menggunakan selulosa dan anhidrida asetat, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR), uji swelling, uji permeabilitas (fluks), serta pengujian kinerja filtrasi. Membran komposit selulosa asetat–TiO₂ dibuat dengan metode inversi fasa menggunakan variasi konsentrasi TiO₂ sebesar 0, 1, 2, dan 3% (b/b). Hasil analisis FTIR menunjukkan terbentuknya selulosa asetat yang ditandai dengan munculnya pita serapan karbonil ester pada sekitar 1730 cm⁻¹ dan nilai derajat substitusi sebesar 2,30. Penambahan TiO₂ memengaruhi karakteristik membran, terutama kemampuan penyerapan air dan permeabilitasnya. Membran dengan konsentrasi TiO₂ sebesar 2% (b/b) menunjukkan nilai swelling tertinggi sebesar 63% dan nilai fluks tertinggi sebesar 541,4 L/m².jam. Hasil filtrasi menggunakan partikel glitter sebagai model mikroplastik menunjukkan bahwa seluruh membran mampu menahan partikel mikroplastik selama proses penyaringan. Secara keseluruhan, membran selulosa asetat–TiO₂ dengan konsentrasi TiO₂ 2% memberikan kinerja filtrasi terbaik dan berpotensi dikembangkan sebagai material penyaring mikroplastik pada lingkungan perairan.