Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pendampingan Orang Tua Dalam Pemanfaatan Media Digital Sebagai Sumber Belajar Anak Usia Dini Fadhilah Nasywa Priyan; Safuri Musa; Ratna Sari Dewi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1468

Abstract

Media digital telah masuk ke dalam keseharian anak usia dini, tetapi manfaatnya sebagai sumber belajar sangat bergantung pada cara orang tua hadir selama penggunaan berlangsung, sehingga penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua, bentuk pendampingan yang diterapkan, serta pemanfaatan media digital sebagai sumber belajar anak usia dini di BKB PAUD Tunas Melati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Enam informan dipilih secara purposif, terdiri atas tiga orang tua, dua guru, dan satu kepala sekolah. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik, konfirmasi informan, serta penelusuran jejak penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa orang tua menjalankan fungsi sebagai fasilitator, mediator, motivator, teladan, dan pengawas. Pendampingan dilakukan melalui pengawasan, percakapan selama atau setelah anak menonton, pemilihan konten, pengaturan waktu, dan penggunaan media secara bersama. Televisi dan telepon pintar menjadi perangkat yang paling sering digunakan untuk mengakses video pembelajaran, lagu, cerita digital, dan permainan edukatif. Media digital memberi pengalaman belajar yang menarik ketika materi sesuai usia, berlangsung di ruang yang mudah diawasi, dan disertai penjelasan orang dewasa. Pendampingan belum selalu konsisten karena kesibukan orang tua dan perbedaan pemahaman digital. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi lebih menentukan daripada sekadar ketersediaan perangkat atau lamanya waktu layar