Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Makna Program Makan Bergizi Gratis bagi Wali Siswa Penerima MBG di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Rosania Ayu Setiawati; Karina Dita Annisak; Azzura Rizky Titania; Kukuh Sinduwiatmo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1516

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna wali siswa terhadap program MBG menggunakan teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead yang mencakup dimensi mind, self, dan society. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri atas enam wali siswa penerima program MBG di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi mind, wali siswa memaknai MBG sebagai program yang membentuk kebiasaan sarapan anak dan meningkatkan keteraturan pola makan di sekolah. Pada dimensi self, program ini tidak dimaknai sebagai bantuan ekonomi, melainkan sebagai pendukung pemenuhan gizi anak yang dievaluasi secara kritis berdasarkan pengalaman pribadi, terutama terkait kualitas menu, variasi makanan, dan kecukupan porsi. Pada dimensi society, konstruksi makna terbentuk melalui interaksi sosial antarwali siswa, komunikasi dengan pihak sekolah, serta informasi dari media massa, meskipun pengalaman langsung tetap menjadi faktor dominan dalam membentuk penilaian akhir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi makna terhadap program MBG merupakan hasil proses interaksi sosial yang kompleks antara pengalaman individu, refleksi diri, dan lingkungan sosial yang saling memengaruhi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.