Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Tunjangan Hari Raya (THR) Sebagai Kompensasi Tidak Langsung Dalam Meningkatkan Retensi Karyawan Generasi Z: Studi Literatur Pada Industri Ritel Di Indonesia Nandini Cordova; Oki Iqbal Khair; Indri Indriyani; Riana Anggara Ditha; Putri Aulia Ningsih; Vania Ananda Putri; Almas Nur Sandi; Irdiansyah Irdiansyah; Muhammad Bagas Santoso
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1594

Abstract

Berdasarkan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, perusahaan memiliki kewajiban hukum untuk menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai komponen kompensasi tidak langsung bagi karyawannya. Di sisi lain, kelompok pekerja Generasi Z diidentifikasi memiliki karakteristik yang sangat dinamis dengan kecenderungan mobilitas karier yang tinggi, sehingga manajemen dituntut untuk menerapkan skema retensi yang adaptif. Penelitian ini diproyeksikan untuk mengidentifikasi sejauh mana fungsionalitas THR dalam menekan angka turnover serta meningkatkan bertahannya tenaga kerja Generasi Z pada industri ritel nasional. Pendekatan yang diaplikasikan adalah studi literatur melalui telaah mendalam terhadap regulasi pemerintah, buku teks akademik, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan topik kompensasi dan perilaku organisasi. Hasil kajian literatur mengindikasikan bahwa tata kelola distribusi THR yang adil, tepat waktu, dan patuh pada regulasi berkolerasi positif terhadap peningkatan loyalitas, kepuasan kerja, serta komitmen afektif karyawan. Bagi tenaga kerja muda (Generasi Z), kejelasan sistem remunerasi dan bentuk apresiasi finansial menjadi variabel krusial dalam menentukan keputusan karier mereka untuk menetap di suatu perusahaan. Dengan demikian, THR tidak sekadar menjadi instrumen pemenuhan aspek normatif hukum, melainkan bertransformasi sebagai taktik manajemen yang strategis guna membangun hubungan industrial yang kondusif.