Google Business Profile (GBP) telah menjadi salah satu platform digital yang berperan penting dalam memengaruhi perilaku konsumen pada sektor usaha kuliner, termasuk kedai kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kualitas informasi dan tampilan Google Business Profile memengaruhi niat berkunjung dan niat membeli konsumen melalui integrasi Pleasure–Arousal–Dominance (PAD) Theory, Theory of Planned Behavior (TPB), dan Quality–Intention Framework. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 226 pengguna Google Business Profile yang pernah mencari informasi mengenai kedai kopi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tampilan dan informasi yang disajikan pada Google Business Profile berpengaruh positif terhadap respons emosional pengguna yang meliputi pleasure, arousal, dan dominance. Respons emosional tersebut selanjutnya membentuk sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku sebagaimana dijelaskan dalam Theory of Planned Behavior, yang secara signifikan meningkatkan niat konsumen untuk mengunjungi serta membeli produk di kedai kopi. Selain itu, kualitas informasi dan pengalaman digital yang diberikan melalui GBP secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi intensi perilaku konsumen. Integrasi antara teori PAD, TPB, dan Quality–Intention Framework terbukti memberikan model yang komprehensif dalam menjelaskan proses perubahan pengalaman digital menjadi perilaku nyata konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas penerapan ketiga pendekatan tersebut dalam konteks pemasaran digital serta memberikan implikasi praktis bagi pemilik kedai kopi untuk mengoptimalkan Google Business Profile melalui penyajian informasi yang akurat, visual yang menarik, serta pengelolaan ulasan pelanggan guna meningkatkan minat kunjungan dan keputusan pembelian konsumen.