Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang ditularkan oleh nyamuk Aedes sp. Pengendalian larva menggunakan larvasida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi serta berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman, salah satunya larutan kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, dan limonene. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas variasi konsentrasi larutan kulit jeruk nipis terhadap kematian larva nyamuk Aedes sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan Post-Test Only Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 600 ekor larva Aedes sp. instar III yang dibagi ke dalam kelompok kontrol (0%) dan kelompok perlakuan dengan konsentrasi 0,1%; 0,2%; 0,3%; 0,4%; dan 0,5% dengan empat kali pengulangan. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA, uji Least Significant Difference (LSD), dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan kulit jeruk nipis, semakin tinggi persentase kematian larva Aedes sp. Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antarkelompok perlakuan (p<0,05), sedangkan uji LSD menunjukkan hampir seluruh kelompok perlakuan berbeda nyata, kecuali konsentrasi 0,4% dan 0,5% yang memiliki efektivitas relatif sama. Analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ sebesar …%, yang menunjukkan kemampuan larutan kulit jeruk nipis dalam membunuh 50% populasi larva uji. Larutan kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) efektif sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes sp. Semakin tinggi konsentrasi larutan, semakin besar tingkat kematian larva yang dihasilkan. Larutan ini berpotensi menjadi alternatif larvasida nabati yang ramah lingkungan untuk mendukung pengendalian vektor DBD di masyarakat.