Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa di Desa Cibitung Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi Neng Fuziah; Yana Fajar FY. Basori; Rizki Hegia Sampurna
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1698

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan desa, namun realisasinya di tingkat akar rumput sering kali belum sesuai dengan harapan normatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, dengan menggunakan kerangka teori partisipasi Cohen dan Uphoff (2012) yang meliputi empat tahapan, yaitu pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap Kepala Desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan warga yang dipilih secara purposif. Kredibilitas data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi melalui Musyawarah Dusun (Musdus), Musyawarah Desa (Musdes), dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), meskipun keterbatasan anggaran membatasi realisasi usulan. Partisipasi pada tahap pelaksanaan tetap terjaga melalui gotong royong, walaupun keterlibatan pihak ketiga pada proyek berskala besar mengurangi keterlibatan langsung masyarakat. Masyarakat merasakan manfaat nyata dari pembangunan jalan dan jembatan serta umumnya turut memeliharanya, sementara partisipasi pada tahap evaluasi masih bersifat reaktif. Secara keseluruhan, partisipasi masyarakat telah terjadi pada setiap tahapan namun belum mencapai tingkat optimal, sehingga diperlukan mekanisme pelibatan masyarakat yang lebih sistematis.