Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Rasio Keuangan Dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. ABM Investama Tbk Periode 2022-2024 Rika Choronika Situmorang; Naomi Revalina Pasaribu; Herawati Natasia Panjaitan; Syaidatul Rizka Syavira Pohan; Sahnan Rangkuti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1734

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan PT ABM Investama Tbk periode 2022 sampai 2024 lewat empat kelompok rasio keuangan, yaitu rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas, ditambah rasio biaya operasi untuk melihat tekanan biaya terhadap profitabilitas perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang dipakai berupa data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan auditan perusahaan periode 2022, 2023, dan 2024. Pengumpulan data dilakukan lewat dokumentasi dan studi kepustakaan, sedangkan analisis data memakai perhitungan rasio keuangan yang dibandingkan antar tahun serta dibandingkan dengan standar rasio keuangan industri menurut Kasmir (2019) sebagai tolok ukur teoritis penilaian kinerja perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan berfluktuasi, dengan current ratio sebesar 114,54 persen pada 2022, sempat turun di bawah 100 persen pada 2023, lalu membaik menjadi 106,70 persen pada 2024. Rasio solvabilitas menunjukkan tren perbaikan struktur modal, terlihat dari debt to equity ratio yang turun dari 221,05 persen pada 2022 menjadi 147,32 persen pada 2024. Sebaliknya, rasio profitabilitas justru mengalami penurunan cukup dalam, dengan net profit margin turun dari 18,67 persen pada 2022 menjadi 11,61 persen pada 2024, sementara rasio biaya operasi naik dari 71,17 persen menjadi 93,81 persen pada periode yang sama, seiring penurunan harga batubara global. Rasio aktivitas juga melemah, dengan total asset turnover menurun dari 0,73 kali menjadi 0,57 kali dan periode pengumpulan piutang memanjang dari sekitar 64,5 hari menjadi 83,9 hari pada periode yang sama. Dibandingkan dengan standar rasio keuangan menurut Kasmir (2019), rasio likuiditas, profitabilitas, dan aktivitas ABM Investama secara umum masih berada di bawah standar ideal, sementara rasio solvabilitasnya, meski tren membaik, masih berada di atas ambang batas yang disarankan, yang menandakan perusahaan masih cukup bergantung pada pembiayaan utang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meski struktur permodalan ABM Investama semakin sehat sepanjang periode penelitian, sebagian besar rasio keuangannya masih berada di bawah standar teoritis industri menurut Kasmir, dan kinerja perusahaan masih sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas batubara.