Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Awal IPAL Industri Tepung Panir Berdasarkan Karakteristik Air Limbah Timothy Bayu Raditya; Elvis Umbu Lolo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1766

Abstract

Industri tepung panir menghasilkan air limbah dari pencucian peralatan dan aktivitas domestik yang mengandung bahan organik, padatan tersuspensi, serta mikroorganisme indikator. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik air limbah dan menyusun perencanaan awal instalasi pengolahan air limbah pada PT Sakti Pangan Perkasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis. Debit ditentukan melalui neraca penggunaan air, sedangkan sampel sesaat diambil pada titik pencampuran ketika aktivitas puncak dan dianalisis untuk pH, kebutuhan oksigen biokimia, kebutuhan oksigen kimia, padatan tersuspensi total, dan koliform fekal. Timbulan aktual diperoleh sebesar 11,09 m³/hari dan dibulatkan menjadi debit desain 12 m³/hari. Karakteristik influen menunjukkan pH 6, kebutuhan oksigen biokimia 280 mg/L, kebutuhan oksigen kimia 932 mg/L, padatan tersuspensi total 84 mg/L, dan koliform fekal 24.000 MPN/100 mL. Seluruh parameter utama, kecuali pH, melampaui nilai acuan gabungan; evaluasi tambahan menghasilkan indeks pencemaran 8,84 atau kategori cemar sedang. Rangkaian terpilih terdiri atas penangkap lemak, ekualisasi, sedimentasi primer, reaktor bersekat anaerob, aerasi beban rendah, klarifier sekunder, dan klorinasi. Berdasarkan neraca penyisihan teoritis, efluen diproyeksikan mencapai 14,70 mg/L untuk kebutuhan oksigen biokimia (BOD), 79,92 mg/L untuk kebutuhan oksigen kimia (COD), 4,20 mg/L untuk padatan tersuspensi total (TSS), dan 120 MPN/100 mL untuk koliform fekal. Rancangan tersebut layak digunakan sebagai dasar pradesain, tetapi perlu dikonfirmasi melalui sampling komposit berulang, uji keterolahan, dan optimasi hidraulik sebelum konstruksi.
ANALISIS POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN DAN EVALUASI DOKUMEN UKL UPL PADA TAHAP PRA-KONSTRUKSI HINGGA PASCA-OPERASIONAL PT SAKTI PANGAN PERKASA Rian Hermawan; Elvis Umbu Lolo
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i4.16004

Abstract

ABSTRACT Food industry activities have the potential to affect air, water, and soil quality, socioeconomic conditions, and resource use, thereby requiring planned environmental management and monitoring. This study aims to identify potential environmental impacts of the activities of PT Sakti Pangan Perkasa, evaluate the compliance of its UKL-UPL document, analyze the adequacy, risks, and potential effectiveness of environmental management, and formulate mitigation strategies. The study employed a qualitative descriptive method with a case study and evaluative approach. Data were obtained through a review of the UKL-UPL document, observations, interviews, documentation, relevant laws and regulations, and scientific literature. The analysis involved identifying impacts at each stage of the activities, comparing them with the planned environmental management and monitoring measures, and assessing compliance, adequacy, risks, and potential effectiveness based on the measurability of monitoring indicators. The results show that potential impacts occur at all stages of the activities, with the operational stage having the highest complexity of impacts. Of the 18 components evaluated, 11 components (61.11%) were considered compliant, while 7 components (38.89%) were considered sufficiently compliant. In terms of adequacy, 15 components (83.33%) met the adequacy criteria, while 3 components (16.67%) still required strengthening. Mitigation strategies focus on dust control, wastewater and B3 waste management, resource efficiency, transportation management, and the management of socioeconomic impacts. The UKL-UPL document provides a basis for environmental management but still requires improvements in monitoring indicators and performance measures so that the potential effectiveness of environmental management can be assessed more measurably. ABSTRAK Kegiatan industri pangan berpotensi menimbulkan dampak terhadap kualitas udara, air, tanah, sosial ekonomi, dan penggunaan sumber daya sehingga memerlukan pengelolaan dan pemantauan yang terencana. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dampak lingkungan pada kegiatan PT Sakti Pangan Perkasa, mengevaluasi kesesuaian dokumen UKL-UPL, serta menganalisis kecukupan, risiko, dan potensi efektivitas pengelolaan lingkungan serta merumuskan strategi mitigasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan evaluatif. Data diperoleh melalui telaah dokumen UKL-UPL, observasi, wawancara, dokumentasi, peraturan perundang-undangan, dan literatur ilmiah. Analisis dilakukan melalui identifikasi dampak pada setiap tahapan kegiatan, perbandingan dengan rencana pengelolaan dan pemantauan, serta penilaian kesesuaian, kecukupan, risiko, dan potensi efektivitas berdasarkan keterukuran indikator pemantauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dampak terdapat pada seluruh tahapan kegiatan, dengan tahap operasional memiliki kompleksitas dampak paling tinggi. Dari 18 komponen yang dievaluasi, 11 komponen (61,11%) dinilai sesuai dan 7 komponen (38,89%) cukup sesuai. Sebanyak 15 komponen (83,33%) memenuhi kriteria kecukupan, sedangkan 3 komponen (16,67%) memerlukan penguatan. Strategi mitigasi diarahkan pada pengendalian debu, pengelolaan air limbah dan limbah B3, efisiensi sumber daya, transportasi, serta dampak sosial ekonomi. Dokumen UKL-UPL telah memberikan dasar pengelolaan lingkungan, tetapi masih memerlukan penyempurnaan indikator pemantauan dan ukuran keberhasilan agar potensi efektivitas pengelolaan dapat dinilai lebih terukur.