Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan investasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Bursa Efek Indonesia berdasarkan kinerja keuangan perusahaan periode 2024–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang dianalisis merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan dan laporan keuangan publikasi PT Bank Central Asia Tbk, Bursa Efek Indonesia, serta literatur pendukung. Analisis dilakukan menggunakan Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), dan Net Profit Margin (NPM) untuk menilai kondisi likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio meningkat dari 115,6% pada 2024 menjadi 117,5% pada 2025, yang mencerminkan kemampuan pemenuhan kewajiban jangka pendek yang baik. Debt to Equity Ratio berubah dari 4,52 kali menjadi 4,63 kali dan masih dinilai terkendali sesuai karakteristik industri perbankan. Return on Assets meningkat dari 3,8% menjadi 3,9%, sedangkan Net Profit Margin naik dari 51,8% menjadi 52,4%. Peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas pengelolaan aset, efisiensi operasional, dan kemampuan menghasilkan laba secara berkelanjutan. Kinerja tersebut didukung oleh likuiditas yang memadai, struktur permodalan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta pengembangan layanan digital. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, saham BBCA memiliki fundamental yang kuat dan prospek yang baik sebagai alternatif investasi jangka panjang. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan valuasi saham, kondisi makroekonomi, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing investor.