Keterlibatan umat Muslim dengan Al-Qur’an sering kali menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan membaca teks dan aktualisasi pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari. Persoalan ini menunjukkan bahwa literasi Qur’ani tidak dapat dipahami secara memadai hanya sebagai kompetensi teknis membaca, tetapi harus mencakup proses pemahaman, refleksi, internalisasi, dan aktualisasi nilai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi Qur’ani, akidah (‘aqīdah), dan transformasi umat Muslim serta merumuskan model konseptual yang menjelaskan mekanisme bagaimana akses terhadap teks berkembang menjadi praksis Qur’ani. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menerapkan analisis konseptual-tematik terhadap literatur mengenai tafsir Al-Qur’an, Islamic Worldview, tadabbur, dan literasi Qur’ani. Hasil penelitian merumuskan Model Literasi Qur’ani Transformatif yang mencakup alur fungsional berupa qirā’ah fondasional, fahm terbimbing, tadabbur transformatif, internalisasi ‘aqīdah, penguatan Islamic Worldview, aktualisasi orientasional, perluasan praksis Qur’ani, serta transformasi individual-sosial. Tadabbur menempati posisi sentral melalui mekanisme konfrontatif, evaluatif, dan reorientatif yang menghubungkan pemahaman pesan Al-Qur’an dengan penguatan fungsi orientasional ‘aqīdah. Penelitian ini juga mengidentifikasi empat titik keterputusan literasi, yaitu stagnasi qirā’ah, kesenjangan akses teks-pesan, kesenjangan pemahaman-internalisasi, dan kesenjangan internalisasi-aktualisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi model eksplanatif-diagnostik yang menempatkan ‘aqīdah dan Islamic Worldview sebagai mekanisme orientasional yang menghubungkan refleksi Qur’ani dengan praksis kehidupan. Model ini menunjukkan perlunya pendekatan literasi Qur’ani yang lebih terdiferensiasi dan diagnostik agar pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berkembang menuju pembentukan orientasi Qur’ani dan aktualisasi nilai dalam kehidupan individual maupun sosial.