Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manipulasi Algoritma Slot dan Dinamika Psikologis Generasi Z: Studi Eksperimen Mikro Ibnu Sulaiman; Zidan Pramugar Riyanto; M. Ali Saepudin; Dhani Al-Aziz; Saviola Fortuna Taufik; Felix Chafidz Axceliano; Deni Prasetya; M. Hylmi Fawwaz
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1852

Abstract

Transformasi digital telah memicu meluasnya perjudian daring jenis slot yang menjadi krisis sosial serius di Indonesia. Remaja Generasi Z menjadi kelompok yang paling rentan terjebak dalam ekosistem ini akibat karakteristik psikologis mereka yang menyukai hal instan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan mekanisme kerja algoritma judi slot dalam memanipulasi naik-turunnya saldo pemain sekaligus menggali dinamika psikologis remaja Generasi Z saat merespons situasi menang dan kalah secara langsung di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus fenomenologi yang dipadukan dengan eksperimen mikro terkontrol. Eksperimen dilakukan dalam dua fase terpisah dengan skema deposit acak terhadap enam subjek Generasi Z yang mengakses permainan populer pada situs aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma permainan dikendalikan secara mutlak oleh sistem Pseudo-Random Number Generator melalui tiga fase utama, yaitu kemenangan semu (upswing), hampir menang (near-miss), dan pengurasan saldo (downswing). Manipulasi matematis tersebut secara instan memicu dinamika psikologis destruktif pada subjek. Ketika saldo meningkat, subjek terjebak dalam ilusi kendali dan keserakahan, sedangkan situasi kalah memicu frustrasi mendalam dan dorongan nekat untuk membalas kekalahan (loss-chasing). Penelitian ini menyimpulkan bahwa fluktuasi saldo judi slot bukanlah siklus acak yang adil, melainkan jebakan algoritma yang dirancang untuk menguras modal pemain. Berdasarkan hasil tersebut, konselor adiksi disarankan menyusun program terapi untuk membongkar bias matematis ini pada korban, dan Kementerian Komunikasi dan Digital perlu memperketat pemblokiran situs judi demi melindungi generasi muda.