Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Literatur Mengenai Dinamika Sejarah Tata Guna Hutan Di Indonesia Dan Pengaruhnya Terhadap Pengelolaan Sumber Daya Hutan Muhammad Hafis; Amelia Rahmawati; M Fadil Pratama; Suslistiyawati Suslistiyawati; Ika Dwimaya Roza
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1858

Abstract

Pengelolaan hutan di Indonesia merupakan hasil dari perjalanan panjang kebijakan yang berakar sejak masa kolonial hingga era reformasi. Konsep penguasaan negara atas kawasan hutan yang diperkenalkan melalui domeinverklaring dalam Agrarische Wet 1870 dan diperkuat oleh Boschordonnantie 1927 menjadi dasar bagi kebijakan kehutanan setelah kemerdekaan, termasuk dalam Undang-Undang Pokok Kehutanan Tahun 1967, Undang-Undang Kehutanan Tahun 1999, dan Undang-Undang Cipta Kerja Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan kebijakan tata guna hutan di Indonesia serta dampaknya terhadap pola pengelolaan sumber daya hutan dari waktu ke waktu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis peraturan perundang-undangan, dokumen pemerintah, data internasional, dan berbagai publikasi ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan kehutanan Indonesia mengalami perubahan antara model yang berorientasi pada pengendalian negara dan eksploitasi sumber daya dengan pendekatan yang lebih partisipatif melalui desentralisasi dan program perhutanan sosial. Meski demikian, negara tetap mempertahankan kewenangan utama atas kawasan hutan sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan. Perubahan arah kebijakan tersebut juga berkaitan dengan dinamika deforestasi di Indonesia. Laju kehilangan hutan mencapai titik tertinggi pada periode 1996–2000, sekitar 3,5 juta hektare per tahun, kemudian menurun pada periode 2015–2022 seiring meningkatnya tata kelola hutan yang melibatkan masyarakat. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan hutan yang berkelanjutan memerlukan keseimbangan antara perlindungan fungsi ekologis hutan dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adat serta masyarakat lokal.