Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Pecahan di Sekolah Dasar Nabila Lutfi Elysia Indriani; Fadillah Prabowo; Subandriyo Subandriyo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1877

Abstract

Keterlibatan murid dalam memahami materi pecahan yang abstrak pada pelajaran matematika sangat ditentukan oleh motivasi belajar mereka. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk mengidentifikasi hal-hal yang menentukan tingkat motivasi belajar tersebut pada tingkat sekolah dasar. Peneliti menerapkan metode kualitatif melalui desain studi kasus pada sebuah sekolah dasar yang berlokasi di Kabupaten Karawang. Peneliti mengikutsertakan seorang guru kelas IV mata pelajaran matematika beserta sepuluh murid kelas IV sebagai subjek riset yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data mengandalkan tiga instrumen utama, yaitu pengamatan langsung, wawancara semi-terstruktur, serta studi dokumen. Selanjutnya, seluruh data diolah mengikuti model analisis Miles dan Huberman berdasarkan panduan SaldaƱa (2013). Keabsahan dari temuan dipastikan melalui prosedur triangulasi teknik dan sumber. Berdasarkan analisis data, motivasi belajar para murid dibentuk oleh dua aspek utama, yaitu unsur internal dan unsur eksternal. Unsur internal mencakup tingkat efikasi diri, kompetensi dasar matematika yang dimiliki, serta target belajar individu. Sementara itu, unsur eksternal terdiri atas bimbingan dari guru, pemanfaatan alat peraga, pemberian apresiasi, pengaruh rekan sebaya, atensi orang tua, serta kondisi ruang kelas. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa motivasi belajar terbangun dari sinergi berbagai variabel tersebut. Upaya untuk mendongkrak motivasi belajar harus berjalan secara integratif dengan tetap memprioritaskan kondisi psikologis dan keunikan masing-masing anak.