Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Formulasi Penambahan Puree Ubi Cilembu Pada Soft Cookies Terhadap Sifat Organoleptik Tiara Fany; Andrea Fiqh; Alvina Fadila Maulida; Annis Kandriasari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1885

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis formulasi penambahan puree ubi cilembu terbaik pada soft cookies terhadap aspek organoleptik yang meliputi: warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pastry  and Bakery, Program Studi Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif atau Quantitative Descriptive Analysis (QDA). Sampel penelitian yang digunakan adalah soft cookies dengan penambahan puree ubi cilembu sebanyak 40%, 50%, dan 60%. Penelitian ini melibatkan panelis terlatih yang terdiri dari 5 Panelis dosen ahli dan 5 panelis ahli industri bidang pastry  and bakery. Hasil rata-rata tertinggi aspek warna bagian atas diperoleh pada perlakuan 50% yaitu 4,7 (cokelat kekuningan), aspek warna bagian dalam diperoleh pada perlakuan 40% yaitu 4,2 (cokelat kekuningan), aspek aroma ubi cilembu diperoleh pada perlakuan 60% yaitu 4,2 (kuat), aspek aroma butter diperoleh pada perlakuan 60% yaitu 3,8 (kuat), aspek rasa ubi cilembu diperoleh pada perlakuan 60% yaitu 4,2 (agak terasa ubi cilembu), aspek rasa manis diperoleh pada perlakuan 40% yaitu 4,2 (agak manis), aspek tekstur diperoleh pada perlakuan 60% yaitu 4,4 (agak lembut). Berdasarkan hasil keseluruhan dari uji organoleptik terhadap aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur, dapat disimpulkan bahwa produk soft cookies dengan penambahan puree ubi cilembu 60% memiliki nilai persentase terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa puree ubi cilembu dapat menjadi alternatif bahan pangan lokal yang layak dalam pengembangan produk soft cookies.