Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Perpustakaan Sekolah Mengintegrasikan Kearifan Lokal Enrekang Melalui Literasi Budaya Di SMPN 3 Alla Nursyam Nursyam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perpustakaan sekolah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Kabupaten Enrekang melalui pendekatan literasi budaya di SMP Negeri 3 Alla, mencakup bentuk strategi yang diterapkan, implementasi strategi dalam kegiatan literasi siswa, dan efektivitasnya dalam mendukung peningkatan literasi budaya siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri atas satu pustakawan, dua guru, dan lima belas siswa yang aktif mengikuti kegiatan perpustakaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan menerapkan tiga strategi utama, yaitu pengembangan koleksi berbasis kearifan lokal, pelaksanaan kegiatan literasi budaya, dan kolaborasi dengan guru. Implementasi strategi berlangsung melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan pustakawan, guru, dan siswa secara berkesinambungan. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan literasi budaya siswa, ditandai dengan bertambahnya pengetahuan mengenai sejarah dan tradisi lokal, tumbuhnya sikap menghargai budaya daerah, meningkatnya partisipasi dan kunjungan siswa ke perpustakaan, serta munculnya diskusi budaya antara siswa dan keluarga. Meskipun demikian, keterbatasan koleksi dan pemanfaatan teknologi digital masih menjadi kendala. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi sekaligus pusat pelestarian budaya lokal, serta menjadi dasar pengembangan program literasi berbasis kearifan lokal yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.