Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Deteksi Overheating Pada Cisco ASR9010 dan Pemantauan Ruang Server di Laboratorium MKO PLN ICON PLUS Novanda Dwitama; Setiyo Adi Nugroho; Candra Supriadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1945

Abstract

Ruang server merupakan infrastruktur penting yang harusdijaga agar tetap beroperasi pada kondisi lingkungan yang sesuai untuk mendukung keandalan perangkat jaringan. Peningkatan suhu, keberadaan asap, dan aktivitas yang tidak terpantau berpotensi menyebabkan gangguanoperasional hingga kerusakan perangkat, khususnya pada Cisco ASR9010 yang bekerja secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem deteksi overheating sertapemantauan kondisi ruang server berbasis Internet of Things di Laboratorium MKO PLN ICON PLUS. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model prototyping. Sistemdikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor suhu dan kelembapan, sensor asap, sensor gerak, dashboard zabbix, serta notifikasiTelegram. Pengujian dilakukan pada beberapa skenario, meliputi perubahan suhu ruangan, keberadaan asap, dan aktivitas manusia di dalam ruang server. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sistem mampu memantau suhuruangan dan suhu inlet Cisco ASR9010 secara waktunyata, mendeteksi asap hingga jarak 60 sentimeter, sertamendeteksi pergerakan manusia hingga jarak 2 meter. Ketika parameter yang dipantau melebihi ambang batas, sistem secara otomatis mengaktifkan kipas pendingin, membunyikan buzzer, dan mengirimkan notifikasi kepadapengguna melalui Zabbix dan Telegram. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkanefektivitas pemantauan ruang server, mempercepat responsterhadap kondisi abnormal, serta memberikan peringatandini untuk meminimalkan risiko overheating dan gangguanoperasional perangkat jaringan.