Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Budaya Organisasi Hierarkis di SMKS Pasim Plus Sukabumi: Peran Kedisiplinan sebagai Nilai Utama Vialaliza Vialaliza; Zahra Intan Hanifah; M. Rian; Indra Putu Desa Nota
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1947

Abstract

Budaya organisasi merupakan kerangka pedoman yang mengarahkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak anggota organisasi dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya organisasi yang berkembang di SMKS Pasim Plus Sukabumi, sebuah sekolah menengah kejuruan swasta di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan budaya organisasi sebagaimana dipraktikkan dalam aktivitas sekolah sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan Guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan utama yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Sembilan aspek dikaji, yaitu nilai organisasi, kebiasaan kerja, pola komunikasi, kepemimpinan, kerja sama antaranggota, disiplin dan etika kerja, simbol organisasi, penyelesaian masalah, serta jenis budaya organisasi yang paling dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di SMKS Pasim Plus Sukabumi didominasi oleh nilai kedisiplinan yang diterapkan secara konsisten kepada peserta didik maupun tenaga pendidik melalui aturan yang jelas, komunikasi berjenjang, kepemimpinan terstruktur, dan kerja sama tim. Simbol khas seperti seragam kotak-kotak, lagu Mars Pasim, dan gestur tangan segitiga memperkuat identitas kelembagaan serta rasa memiliki bersama. Berdasarkan Competing Values Framework, budaya yang berkembang menunjukkan karakteristik Hierarchy Culture yang kuat, ditandai kepatuhan terhadap aturan, prosedur terstruktur, dan pengambilan keputusan berjenjang, yang didukung pula oleh unsur Clan Culture melalui kerja sama lintas unit. Temuan ini memberikan masukan praktis bagi penguatan budaya organisasi positif di lingkungan sekolah kejuruan