Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin Di RSUD Cibinong Lisbet Natalia Simamora; Rini Damayanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1949

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian preeklampsia sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Cibinong tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Cibinong tahun 2024 sebanyak 413 orang. Sampel penelitian berjumlah 413 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia ibu (p-value = 0,022), riwayat preeklampsia (p-value = 0,000), riwayat hipertensi (p-value = 0,000), riwayat abortus (p-value = 0,007), dan status pekerjaan (p-value = 0,014) dengan kejadian preeklampsia. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara paritas (p-value =0,745), diabetes melitus (p-value = 0,531), kehamilan ganda (p-value = 0,379), dan tingkat pendidikan (p-value = 0,995) dengan kejadian preeklampsia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia ibu, riwayat preeklampsia, riwayat hipertensi, riwayat abortus, dan status pekerjaan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Cibinong. Oleh karena itu, identifikasi faktor risiko sejak masa kehamilan perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah terjadinya preeklampsia.