Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Budaya Organisasi Ditinjau Dari Aspek Kepemimpinan, Kerja Sama, Dan Kedisiplinan Pada BNI KCU Sukabumi Adik Moch Wildan Fauzan; Annisa Rahma Bassamah; Ani Maelani; Agus Lesmana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi budaya organisasi pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama (KCU) Sukabumi, dengan fokus pada aspek kepemimpinan, kerja sama, dan kedisiplinan kerja. Budaya organisasi dipandang sebagai faktor penting yang membentuk perilaku, komunikasi, dan kinerja karyawan di industri perbankan yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan informan kunci yang menjabat sebagai Customer Relationship Manager, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang dominan diterapkan adalah budaya hierarki, yang ditandai dengan penerapan Standar Operasional Prosedur secara ketat, presensi digital, pengarahan pagi rutin, dan pengawasan berbasis Key Performance Indicator. Budaya tersebut diperkuat oleh nilai AKHLAK dan pedoman RACE yang membentuk gaya kepemimpinan transaksional berorientasi pada pencapaian target dan evaluasi berbasis aturan. Kerja sama antarpegawai dan antardivisi secara umum berjalan baik melalui komunikasi terbuka dan pembagian tugas yang terkoordinasi, meskipun perbedaan pendapat mengenai petunjuk teknis dan pengambilan keputusan operasional sesekali muncul dan diselesaikan melalui komunikasi serta kepatuhan pada prosedur yang berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya hierarki di BNI KCU Sukabumi memberikan kontribusi positif terhadap koordinasi, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan, namun tetap memerlukan perbaikan berkelanjutan untuk meminimalkan gesekan antardivisi dan memperkuat kesamaan pemahaman terhadap prosedur operasional