Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Budaya Organisasi Pada PT POS Indonesia (Persero) Cabang Sukabumi: Kajian Melalui Competing Values Framework Moh Dafa; Hafsah Mey Lanti; Gaisani Awanis Isdiansyah; Rosanna Wulandari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1977

Abstract

Budaya organisasi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi efektivitas kerja, kualitas pelayanan, serta pencapaian tujuan organisasi. PT Pos Indonesia sebagai perusahaan jasa milik negara menerapkan budaya organisasi sebagai pedoman perilaku karyawan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya organisasi di PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Sukabumi, meliputi nilai-nilai organisasi, implementasinya dalam aktivitas kerja, pola komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, disiplin, dan etika kerja, serta mengidentifikasi jenis budaya organisasi yang dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi terhadap satu informan kunci yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di PT Pos Indonesia Cabang Sukabumi berlandaskan nilai JUDIKA PETANG (Jujur, Disiplin, Kerja Keras, Peduli, dan Tanggung Jawab) yang diimplementasikan melalui briefing rutin, penerapan disiplin kerja, komunikasi terbuka, kerja sama antardivisi, serta sistem penghargaan dan sanksi. Berdasarkan analisis menggunakan Competing Values Framework (CVF), budaya organisasi yang dominan adalah Hierarchy Culture, ditandai oleh struktur organisasi yang jelas, kepatuhan terhadap prosedur operasional, pengambilan keputusan hierarkis, dan evaluasi kinerja berkala. Penerapan budaya organisasi tersebut berkontribusi meningkatkan disiplin, profesionalisme, koordinasi, efektivitas kerja, dan kualitas pelayanan, namun perusahaan masih perlu meningkatkan kemampuan adaptasi sumber daya manusia dan budaya inovasi agar mampu menghadapi perubahan lingkungan bisnis dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang