Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kelayakan Inisiasi Program Keahlian Perpajakan Sekolah Menengah Kejuruan Di Kabupaten Gunungkidul Nurfitri Herlinamurti; Muhammad Kunta Biddinika; Muchlas Muchlas
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap inisiasi Program Keahlian Perpajakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta potensinya sebagai alternatif untuk meningkatkan minat pendidikan vokasi bidang keuangan di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan minat siswa terhadap program keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), sementara kebutuhan tenaga terampil di bidang perpajakan terus meningkat seiring kompleksitas regulasi dan digitalisasi pajak. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis survei deskriptif dan verifikatif melalui pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 34 guru akuntansi dan 120 siswa program keahlian AKL di Kabupaten Gunungkidul yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert 1-4 yang telah diuji valid dan reliabel, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji hipotesis (uji t dan uji F), serta uji beda persepsi (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru (mean 3,25) dan persepsi siswa (mean 3,01) terhadap inisiasi program berada pada kategori tinggi. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 1,271 + 0,392X1 + 0,630X2, dengan persepsi guru dan persepsi siswa berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial (uji t, sig. 0,000) maupun simultan (uji F = 25,726; sig. 0,000) terhadap minat memilih program, serta mampu menjelaskan 62,4% variasinya (R2 = 0,624). Uji beda menunjukkan adanya perbedaan persepsi yang signifikan antara guru dan siswa (t = 17,910; sig. 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa Program Keahlian Perpajakan memiliki potensi kuat sebagai alternatif pendidikan vokasi bidang keuangan, meskipun implementasinya memerlukan penguatan kompetensi guru dan kesiapan digital sekolah.